Sekilas Karakteristik Morfologi dan Jenis Varietas Tanaman Buah Naga (Dragon Fruit)

Buah naga (Dragon Fruit) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang baru dibudidayakan di Indonesia dengan warna buah merah yang menyaladan bersisik hijau. Buah ini memiliki bentuk yang sangat unik dan cukup memikat untuk dilihat. Bentuk fisiknya mirip dengan buah nanas hanya saja buah ini memiliki sulur pada kulitnya. Buah naga berwarna merah jambu dengan daging buah berbagai jenis antara lain berwarna putih, kuning dan merah dengan bijikecil berwarna hitam yang sangat lembut dan lunak.
 
 
Buah naga berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Tahun 1870, bangsa Perancis membawa buah naga dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Karena rasanya manis, buah naga kemudian dikonsumsi secara meluas di Vietnam dan Cina. Buah naga di Indonesia, mulai populer sejak tahun 2000. Buah naga yang masuk ke negeri kita diperkirakan berasal dari Thailand dan dibudidayakan oleh para pehobi tanaman secara sporadis. 
 
Buah naga dihasilkan oleh tanaman sejenis kaktus sehingga termasuk dalam keluarga Cactaceae dan subfamili Hylocereanea, dalam subfamili ini terdapat beberapa genus, sedang buah naga ini termasuk dalam genus Hylocereus. Grenus inipun terdiri dari sekitar 16 spesies. Dua di antaranya memiliki buah yang komersial, yaitu Hylocereus undatus (berdaging putih) dan Hylocereus costaricensis (berdaging merah).
 
Klasifikasi Tanaman Buah Naga : 
 
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Cactales
Famili : Cactaceae
Sub famili : HylocereaneaGenus : Hylocereus
Species : Hylocereus undatus
(kulit merah dengan daging buah putih).
Hylocereus polyrhisus
(kulit merah dengan daging buah merah).
Hylocereus costaricensis
(kulit merah dengan daging buah merah pekat agak keunguan).
Hylocereus megelanthus (kulitnya berwarna kuning dengan daging buah putih). 
 
 
Morfologi Tanaman Buah Naga
Secara morfologi, tanaman Buah Naga termasuk tanaman yang tidak lengkap karena tidak memiliki daun. Untuk beradaptasi dengan lingkungan gurun, tanaman buah naga memilki duri disepanjang batang dan cabangnya. Tanaman buah naga merupakan tanaman memanjat dan bersifat empifit. Di habitat aslinya tanaman ini tanaman ini memanjat tanaman lain untuk tumbuh. Meskipun akarnya yang didalam tanah dicabut, tanaman buah naga masih bisa bertahan hidup karena terdapat akar yangtumbuh di batang. Akar udara tersebut mampu menyerap cadangan makanan dari udara. 
 
Akar
Buah naga memiliki perakaran yang bersifat epifit, menempel atau merambat pada tanaman lain. Akarnya berupa akar serabut yang terdapat pada pangkal batang yang tumbuh pada media tanah maupun yang menempel pada media rambatan berupa tiang atau kayu. Akar tanaman ini sangat tahan kekeringan dan tidak tahan dengan genangan yang cukup lama. Akar tanaman buah naga tidak terlalu panjang dan terbentuk akar cabang. Dari akar cabang tumbuh akar rambut yang sangat kecil, embut, dan banyak. Perakaran buah naga umumnya dangkal, berkisar 20-30 cm. namun, menjelang produksi buah tanaman ini memanjangkan akarnya hingga mencapai kedalaman 50-60 cm, mengikuti panjangnya batang berwarna coklat yang tertanam didalam tanah. 
 
Batang dan Cabang
Penampang melintang batang tanaman buah naga berbentuk segitiga, memanjang hingga mampu mencapai panjang maksimum sekitar 9 meter dengan warna hijau hingga hijau tua. Batang tanaman ini mempunyai duri-duri yang merupakan ciri utama famili kaktus. Bagian batang tanaman buah ini berlapis lilin dan mampu memanjat pada tembok atau batang penopang. 
 
Batang tanaman buah naga mengandung air dalam bentuk lendir dan berlapiskan lilin bila sudah dewasa. Batang berukuran panjang dan bentuknya segitiga dengan warna hijau. Pada batang ini banyak tumbuh cabang dimana batang dan cabang tersebut berfungsi sebagai daun dalam proses asimilasi. Batang dan cabang ditumbuhi duri-duri yang keras tetapi sangat pendek sehingga tidak mencolok. Letak duri tersebut pada tepi batang maupun cabang. 
 
Bunga
Bunga tanaman buah naga terletak pada sulur batang, berbentuk terompet, dan berwarna putih. Susunan bunga merupakan susunan bunga majemuk. Buahnya berbentuk bulat panjang dan lonjong serta berdaging warna merah dan sangat tebal. Tanaman buah naga mempunyai bunga yang indah berwarna putih kekuning-kuningan sehingga tak jarang orang memelihara tanaman buah naga untuk tujuan ornamental. Bunga tanaman buah naga ini mekar sempurna pada malam hari dengan panjang bisa mencapai 29 cm. 
 
 
Sekilas bunga buah naga ini berbentuk seperti buah nanas, seluruh permukaan bunga tertutup oleh mahkota yang bersisik, berbentuk corong memanjang berukuran sekitar 30 cm. Kelopak bunganya berwarna hijau. Bunga akan mekar sempurna pada malam hari sekitar pukul 22.00 (night bloomingreceus), saat mekar mahkota akan berwarna putih bersih, didalamnya terdapat benang sari berwarna kuning danmengeluarkan aroma harum. Sementara ditengahnya terdapat kepala putik yang nantinya akan menjadi buah jika sudah terjadi penyerbukan. 
 
Buah
Buah naga berbentuk bulat lonjong mirip buah nanas, namun memiliki sirip. warna kulitnya merah jambu, dihiasi sulur atau sisik berwarna hijau seperti sisik naga. Beratnya kira-kira 400-650 gr. Buah naga mempunyai daging buah seperti buah kiwi. Buah naga tergolong buah batu yang berdaging dan berair. Bentuk buah bulat agak memanjang atau bulat agak lonjong. Kulit buah ada yang berwarna merah menyala, merah gelap, dan kuning, tergantung dari jenisnya. Kulit buah agak tebal, yaitu sekitar 3 –4 mm. Di sekujur kulitnya dihiasi dengan jumbai-jumbai menyerupai sisik-sisik ular naga. Daging buah berserat sangat halus dan di dalam daging buah bertebaran biji-biji hitam yang sangat banyak dan berukuran sangat kecil. Daging buah ada yang berwarna merah, putih, dan hitam, tergantung dari jenisnya. Daging buah bertekstur lunak dan rasanya manis sedikit masam.  
 
Buah naga memiliki daging yang berserat halus dan terdapat biji-biji hitam berukuran kecil yang tersebar pada daging buah, dan memiliki tekstur daging buah lunak dengan rasa manis dan sedikit masam. Umumnya buah berada didekat ujung cabang atau pertengahan cabang. Buah bisa tumbuh lebih dari satu pada setiap cabang sehingga terkadang posisi buah berdekatan.  
 
Biji
Biji berbentuk bulat berukuran kecil dengan warna hitam. Kulit biji sangat tipis, tetapi tidak keras. Biji ini dapat digunakan untuk perbanyakkan tanaman secara generatif. Namun perbanyakan tanaman menggunakan biji memakan waktu cukup lama, sehingga jarang sekali pembudidaya yang menerapakannya. Setiap buah terdapat sekitar 1.200–2.300 biji. Perbanyakan tanaman menggunakan biji jarang digunakan karena memerlukan waktu yang cukup lama sampai tanaman berproduksi.  
 
 
Syarat Tumbuh Buah Naga
Tanaman buah naga merupakan tanaman tropis dan sangat mudah beradaptasi terhadap lingkungan tumbuh dan perubahan cuaca seperti sinar matahari, angin, dan curah hujan. Curah hujan yang ideal untuk pertumbuhan tanaman ini adalah sekitar 60 mm/bulan atau 720 mm/tahun. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman ini akan lebih baik bila hidup didataran rendah antara 0–350 m dpl.  
 
Suhu udara yang ideal bagi tanaman buah ngaa ini antara 26–36 ⁰C dan kelembaban antara 70–90 %. Tanaman buah naga merah dan putih dapat tumbuh dengan baik dan berbuah lebat serta rasanya manis memerlukan penyinaran matahari langsung sepanjang hari (minimal 8 jam sehari). Berkurangnya intensitas penyinaran matahari yang diterima akibat ternaungi gedung/bangunan atau tanaman lain maka pertumbuhan tanaman dan produksinya tidak maksimal.  
 
Curah hujan yang ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan tanamanini adalah sekitar 60 mm/bulan atau 720 mm/tahun. Pada curah hujan 600 –1.300 mm/tahun pun tanaman ini masih dapat tumbuh. Namun, tanaman initidak tahan dengan genangan air. Hujan yang terlalu deras dan berkepanjangan akan menyebabkan kerusakan yang ditandai dengan proses pembusukan akar yang terlalu cepat dan akhirnya merambat sampai ke pangkal batang. Sementara intensitas sinar matahari yang disukai sekitar 70% –80%.
 
Jenis-jenis buah naga yang telah dibudidayakan ada empat yaitu : 
 
1. Buah naga berdaging putih ( Hylocereus undatus )
Hylocereus undarus yang lebih popular dengan sebutan white pitaya adalah buah naga yang kulitnya berwarna merah dan daging berwarna putih. Warna merah buah ini sangat kontras dengan warna daging buah. Pada kulit buah terdapat sisik atau jumpai berwarna hijau. Di dalam buah terdapat banyak biji berwarna hitam. Berat buah rata-rata 400-500 g, bahkan ada yang dapat mencapai 650 g. Rasa buahnya masam bercampur manis, tanaman ini lebih banyak dikembangkan di Negara-negara produsen utama buah naga dibanding jenis lainnya karena buahnya cenderung lebih banyak diekspor. 
 
2. Buah naga berdaging merah (Hylocereus polyrhizus)
Hylocereus polyrhizus lebih banyak dikembangkan di cina dan Australia, memiliki buah dengan kulit berwarna merah dan daging berwarna merah keunguan. kulitnya terdapat sisik atau jumbai berwarna hijau. Tanaman ini tergolong jenis yang sangat rajin berbunga, bahkan cenderung berbunga sepanjang tahun. Sayangnya, tingkat keberhasilan bunga menjadibuah sangat kecil, hanya mencapai 50% sehingga produktivitas buahnya tergolong rendah. Jenis tanaman buah ini memiliki batang berlilin, hijau keputih-putihan dengan tepian tajam, memiliki duri yang kecil. Panjang buahnya sekitar 30 cm dengan daun-daun pembalut besar.  
 
3. Buah naga berdaging super merah (Hylocereus costaricensis)
Buah Hylocereus costaricensis sepintas memang mirip buah hylocereus polyrhizus, namun warna daging buahnya lebih merah. Itulah sebabnya tanaman ini disebut buah naga berdaging super merah. Batangnya bersosok lebih besar di banding Hylocereus polyrhizus. Batang dan cabangnya akan berwarna loreng saat berumur tua. rasanya manis dengan kandungan kemanisan mencapai 13-15 briks. Tanaman sangat menyukai daerah yang panas dengan ketinggian rendah.
 
4. Buah naga kulit kuning berdaging putih (Selenicereus megalanthus)
Selenicereus megalanthus berpenampilan lebih berbeda dibanding jenis anggota Genus hylocereus. Kulit buahnya berwarna kuning tanpa sisik sehingga cenderung lebih halus. Walaupun tanpa sisik, kulit buahnya masih menampilkan tonjolan-tonjolan. Rasa buahnya jauh labih manis dibanding buah naga lainnya karena memiliki kandungan kemanisan mencapai 15-18 briks. Buah yang dijuluki yellow pitaya ini kurang popular dibanding jenis lainnya. Buah naga berkulit kuning dengan daging putih, mempunyai ukuran paling kecil jika dibandingkan dengan jenis lainnya, hanya sekitar 80-100 gr. Buah naga berkulit kuning ini tidak sesuai untuk dikomersilkan. Buah naga jenis ini biasanya ditanam di daerah dingin dengan ketinggian lebih dari 800 meter di atas permukaan laut.  
 
Demikian pembahasan singkat tentang karakteristik morfologi dan jenis varietas tanaman buah naga (Dragon Fruit). Dimuat berdasarkan sumber dari :
http://etheses.uin-malang.ac.id/445/6/10620070%20Bab%202.pdf
http://repository.uin-suska.ac.id/5765/3/BAB%20II%20TINJAUAN%20PUSTAKA.pdf
https://www.academia.edu/36821488/TEKNIS_BUDIDAYA_BUAH_NAGA?auto=download
Gambar di muat berdasarkan hasil penelusuran google gambar dengan kata pencarian "tanaman buah naga, klasifikasi morfologi tanaman buah naga, jenis jenis varietas buah naga". Sekian, semoga dapat menjadi referensi bacaan yang bermanfaat! Terimakasih.