Sekilas Langkah Budidaya Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frutescens)
Bedengan dapat dibuat dengan ukuran lebar sekitar 90, 100 atau 125 cm dengan melihat kondisi tanah. Tinggi bedengan sekitar 20-30 cm, tergantung keadaan lahan, kallau lahan sering tergenang air pada waktu musim hujan maka bedengan dipertinggi. Jarak antar bedengan sekitar 40-50 cm atau dapat dipersempit menjadi 30-35 cm.
4. Pupuk dasar
Pada waktu menanam cabai, tanah harus tersedia unsur hara yang cukup, maka bedengan yang telah dipersiapkan dapat diberi pupuk organik berupa pupuk kandang yang sudah matang. Pupuk tersebut dapat disebarkan ke seluruh permukaan bedengan atau hanya ditempat tanaman cabai akan ditanam. Selain itu dapat ditambahkan pula SP 36 100 kg perhektar untuk menambah unsur P sedangkan pupuk lainnya dapat diberikan kemudian.
5. Penanaman
Bibit cabe dapat dipindahkan setelah tumbuh setinggi kira-kira 15 cm di pesemaian. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 60x90 cm. Pada saat pengambilan semai di lapangan atau semai kotak dapat menggunakan solet yang ditusukan dengan cara miring dan diangkat keatas sehingga semai akan terangkat ke atas. Tempat yang akan ditanami semai dibuat lubang sedalam akar tunggang. Setelah ditanam segera disiram dan diberi penutup pelepah pisang atau daun-daunan supaya tidak layu.
Bila semai berasal dari kantung plastik, maka kantong plastik harus disobek lebih dulu pelan-pelan sehingga media tanahnya tidak pecah. Kalau media tanam pecah ada kemungkinan tanaman akan menjadi layu. Bila plastik tidak disobek lebih dulu, di kemudian hari akar akan melingkar tidak dapat berkembang. Setelah bibi cabai ditanam sebaiknya segera disiram air untuk menjaga kelembaban dalam tanah dan kelembaban tanaman.
6. Penyiraman, drainase dan mulsa
Tanaman cabe sebaiknya sering disiram terutama pada saat musim kemarau karena tanahnya cepat kering. Tanaman yang terlalu lama kekeringan maka pertumbuhannya akan kerdil. Untuk menghindari kekeringan dapat menggunakan mulsa dari dedaunan maupun dari jerami padi. Mulsa dari daun, lama kelamaan akan menjadi pupuk organik sehingga menambah kesuburan tanah. Jika menanam cabai pada musim hujan diusahakan jangan sampai tergenang air. Bila tanaman cabai terlalu lama tergenang air, akar-akarnya dapat menjadi busuk, daun mudah rontok dan akhirnya tanaman mati.
7. Penyiangan
Bila di lahan gulma maka harus segera disiangi agar tidak menjadi pesaing bagi tanaman cabai untuk mendapatkan unsur hara. Jika dalam jangka waktu lama gulma tidak segera disiang, tanaman cabai akan menjadi kurus dan kerdil. Namun pencabutan gulma perlu dilakukan hati-hati agar tidak merusak tanaman cabainya. Untuk mengurangi munculnya gulma dapat juga menggunakan herbisida sebelum bibit cabai ditanam.
8. Penggemburan
Tanah yang terlalu padat harus degemburkan dengan cara dicangkul (didangir). Tanah yang gembur peredaran udaranya menjadi lebih baik, sehingga perakaran menjadi lebih sehat. Pada waktu menggemburkan tanah harus hati-hati, jangan terlalu dalam sebab jika terlalu dalam dapat merusak perakaran. Akar yang luka atau putus juga mudah terkena infeksi sehingga tanaman menjadi sakit dan mati.
9. Pemupukan
Tanaman cabai yang telah ditanam sekitar satu minggu dapat segera dipupuk dengan N, K atau campuran urea dan KCL sebanyak 2 gram setiap tanaman. Pupuk SP 36 tidak perlu diberikan lagi karena sudah diberikan sebelum penanaman sebagai pupuk dasar. Pada waktu melakukan pemupukan tidak boleh mengenai batang karena akan merusak batang. Pada waktu tanaman berumur 2-3 minggu dipupuk lagi sebanyak 5 gram per pohon. Penggunaan pupuk daun maupun zat perangsang tumbuhan dapat diberikan sesuai dosis anjuran dalam lebel kemasan.
10. Pengendalian hama dan penyakit
Tanaman cabai banyak diserang hama seperti thrips, kutu daun, lalat buah dan lainnya, serta penyakit seperti antranoksa, layu bakteri, layu fusarium, bercak daun cercospora, busuk buah dan daun keriting.
Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman cabai rawit pada prinsipnya mengguanakan Pengendalian Hama Terpadu (PHP), baik pengendalian secara mekanis, biologis maupun kimia.
Panen Cabai Rawit
Tanaman cabai rawit dapat dipanen setelah berumur 2,5-3 bulan sesudah disemai. Panenan berikutnya dapat dilakukan 1-2 minggu tergantung dari kesehatan dan kesuburan tanaman. Untuk tanaman cabai rawit bila dirawat dengan baik dapat mencapai umur 1-2 tahun, apabila selalu diadakan pemangkasan dan pemupukan kembali setelah tanaman dipanen. Pemupukan kembali dapat memberikan pupuk organik seperti kompos maupun pupuk kandang yang sudah menjadi tanah.
Demikian pembahasan singkat tentang sekilas Langkah-langkah budidaya tanaman cabai rawit (Capsicum Frutescens). Dimuat berdasarkan sumber dari brosur bacaan dengan judul "budidaya cabai rawit (Capsicum Frutescens)". Gambar dimuat dari hasil penelusuran google gambar dengan kata pencarian "tanaman cabai rawit, cara budidaya cabai rawit, jenis cabai rawit". Sekian, semoga dapat menjadi referensi bacaan yang bermanfaat! Terimakasih.
