Sekilas Mengenal Tanaman Umbi Ubi Jalar

Ubi jalar merupakan salah satu tanaman rakyat yang banyak di hasilkan dinegara berkembang. Posisinya menduduki peringkat kesembilan di antara tanaman penting. Di Indonesia, ubi jalar dimanfaatkan sebagai makanan penyelang atau hidangan ringan. Biasanya ubi jalar dinikmati bersama secangkir kopi panas atau dikonsumsi setelah direbus, dikukus, atau digoreng. Dibeberapa kawasan wisata ternyata ubi jalar memiliki nilai ekonomi tinggi/ Ubi jalar sering dipasarkan sebagai oleh-oleh dalam bentuk ubi segar atau di olah. Tiga ubi jelar yang sangat populer dijadikan oleh-oleh yaitu antara lain ubi cilembu, ubi gunung kawi, dan ubi jepang. Ubi jalar yang bernilai ekonomis tidak hanya berbentuk segar, tetapi juga dalam bentuk olehan seperti tepung. misalnya klon dari ubi guning kayu dapat menghasilkan tepung berwarna kuning mirip tepung terigu sehingga sangat pas untuk industri mi dan kue.
 

Sebagian besar ahli botani sepakat bahwa tanaman ubi jalar berasal dari daerah tropis Amerika. Wilayah penyebarannya meliputi Panama, bagian utara Amerika Selatan, dan Kepulauan Karibia. Sebelum dikenal oleh bangsa Eropa pada abad ke-16, jauh sebelumnya ubi jalar telah dibudidayakan oleh suku Maya di Amerika Tengah, Inka di Peru, dan Maori di Selendia Baru. Buktinya ditemukan fosil ubi jalar di sejumlah gua di Peru yang diperkirakan telah berumur 8.000 tahun.  
 
Bangsa Spanyol dan Portugis kemudian menyebarluaskan tanaman ubi jalar keluar Amerika, di antaranya ke Filipina, Indonesia, Malaysia, Jepang dan India. Kini tanaman tersebut telah dibudidayakan hampir di seluruh wilayah sekitar Khatulistiwa, yaitu 40 derajat LU dan 32 derajat LS. Di wilayah tersebut ubi jalar sangat penting sebagai bahan sumber pangan dan pakan alternatif bagi negara-negara Asia dan pulau-pulau Pasifik.  
 
Negara-negara produsen ubi jalar terkemuka di antaranya Cina, Vietnam, Uganda, Indonesia, Jepang, India, Rwanda, Filipina, Kenya, dan Brasilia. Cina adalah produsen ubi jalar terbesar dengan luas lahan 6 juta ha dan produksi 105,180 juta ton. Produksi sekitar 84% dari total produksi ubi jalar dunia (124.339). Indonesia dengan luas panen rata-rata 225.000 ha per tahun menduduki urutan keempat setelah Uganda (sekitar 480.000) dan Vietnam (390.000 ha) beredasarkan data 1984. Berdasarkan data 2004, Indonesia masih menduduki urutan besar keempat di bawah Cina, Uganda, dan Nigeria. 
 
Karena bentuk umbinya mirip kentang dan rasanya manis sehingga ubi jalar di Eropa disebut sweet potato (kentang manis). Sementara di indonesia ubi jalar dikenal dengan nama ketela rambat, tela nedri (jawa), atau boled (sunda). 
 
Ubi jalar yang dikenal saat ini umumnya lebih banyak dipasarkan dalam bentuk ubi segar, meskipun sebagian telah diolah menjadi bahan baku pembuatan saus dan makanan kecil seperti keripik. Namun ubi jalar juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman penutup karena pertumbuhannya cepat dan tahan kekeringan. Sebagai tanaman penutup atau cover crops, ubi jalar berfungsi untuk mencegah penguapan air tanah yang terlalu banyak pada musim kemarau sehingga tanaman pokok akan terselamatkan dari kekeringan. Selain itu tanaman ubi jalar juga berfungsi sebagai pembasmi alang alang. Ubi jalar tersebut tumbuh menutupi permukaan guludan dan alang alang sehingga alang alang dengan sendirinya mati karena rentan terhadap naungan. 
 
 
Dalam budidaya dan usaha pertanian, ubi jalar tergolong tanaman palawija. Tanaman ini membentuk umbi di dalam tanah. Umbi itulah yang menjadi produk utamanya. Adapun kedudukan tanaman ubi jalar dalam tatanan sistematika yaitu sebagai berikut :

Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae (tumbuhan berbunga)
Kelas : Dictyledoneae (berbiji belah atau berkeping dua)
Bangsa : Tubiflorae
Famili : Convolvulaceae (Kangkung-kangkungan)
Genus : ipomoea
Spesies : Ipomoea batatas (L.) Lam.

Famili convolvulaceae yang sudah umum dibudidayakan selain ubi jalar adalah kangkung air (ipomea aquatica) dan kangkung darat (ipomea reptans). Tidak hanya itu, masih ada kangkung pagar atau kangkung hutan (ipomea fistulosa), rincik bumi (ipomea quamoqlit), dan ipomea triloba yang tumbuh liar.

Ubu jalar termasuk tanaman dikotiledon (biji berkeping dua). Selama pertumbuhannya, tanaman tahunan ini dapat berbunga, berbuah, dan berbiji. Sosok pertumbuhannya terlihat seperti semak atau menjalar bagai liana. Batangnya tidak berkayu, herbaceous (banyak mengandung air) dan banyak percabangan. Bentuk batang ubi jalar bulat dengan teras bagian tengah terdiri dari gabus. Batang itu memiliki ruas sepanjang 1-3 cm. Setiap batas ruas tumbuh daun, akar, tunas atau cabang. Panjang batang utama sangat bervariasi, tergantung varietasnya. Batang varietas ubi jalar yang merambat bisa mencapai 2-3 m, sedangkan yang tidak merambat sekitar 1-2 m.

Ada tiga tipe batang ubi jalar yaitu batang besar untuk tanaman tipe menjalar, batang sedang untuk tanaman tipe agak tegak (semak), dan batang kecil untuk tipe merambat (semak menjalar). Sosok ketiga tipe itu lebih ditentukan oleh panjang ruas dari pada panjang batang. Warna batang bervariasi antara hijau, kuning, sampai ungu. Tanaman berbatang ungu rata rata menghasilkan umbi yang lebih banyak dibandingkan yang berwarna lain.

Daun ubi jalar tumbuh pada batang. Tangkai daun tersebut melekat pada buku buku batang. Di ketiak daun tumbuh beberapa akar yang sifatnya bisa berubah menjadi umbi. Daunnya berbentuk bulat menyerupai jantung atau seperti jari tangan. Daun itu tertopang tangkai yang tegak. Tipe daun bervariasi anatar rata, berlekuk dangkal dan menjari. Ujung daun runcing atau tumpul.

Ukuran daun berkolelasi positif positif dengan batang. Tanaman berbatang besar, biasanya berdaun lebar sedangkan tanaman yang berbatang kecil umumnya berdaun sempit. Warna daun bervariasi dari mulai hijau tua sampai hijau kekuningan. Warna tangkai daun dan tulang daun bervariasi antara hijau sampai ungu, sesuai warna batangnya. Permukaan daun sebelah atas berwarna hijau tua, sedangkan sebelah bawah hijau muda.

Tanaman ubi jalar jarang sekai berbunga. Namun pada kondisi tertentu, tanaman bisa menghasilkan bunga. Untuk pembungaan, ubi jalar umumnya membutuhkan kelembapan agak rendah, tergantung varietas, Bunganya berkarangan 3-7 kuntum yang tumbuh diketiak daun. Mahkota bunga ubi jalar berbentuk menyerupai terompet, panjang 3-5 cm, berdiameter 3-4 cm. Warna bunga putih, kemerahan atau ungu pada bagian pangkal dan putih atau merah jambu pada bagian ujung.

Didalam bunga terdapat satu tangkai putik dengan kepala putik pada bagian ujung. Panjang tangkai putik 2-2,5 cm. Tangkai putik berbentuk tabung langsung berhubungan dengan bakal buah yang terdapat dipangkal mahkota bunga. Disekeliling tangkai putik terdapat lima tangkai sari yang berbeda beda panjangnya, bervariasi antara 1,5-2 cm. Di bagian ujung tangkai sari terdapat kepala atau kotak berisi tepung sari. Kepala putik terletak lebih tinggi dari kepala sari. Bunga mekar pada pagi hari mulai pukul 4, Pernyebukan dapat terjadi melalui serangga, atau angin. Bunga yang telah diserbuki segera menutup dan layu.

Tanaman ubi jalar umumnya tidak berbuah. Namun jika berbuah dan berbiji biasanya biji sulit untuk tumbuh ketika ditanam karena kutlit bijinya terlalu keras. Untuk memudahkan pertumbuhannya kulit biji itu perlu dilapukan lebih dahulu. Jika dapat tumbuh, biji ubi jalar dapat digunakan untuk perbanyakan secara generatif. Waktu yang diperlukan dari penyerbukan sampai buah masak sekitar 30 hari. Buah Ubi jalar berbentuk seperti kapsul, bagian dalamnya berkotak tiga berisi biji. Biji matang berwarna hitam, berbentuk pipih, dan berkulit keras. Bijinya tergolong biji berkeping dua. 
 
 
Akar ubi jalar dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu akar penyerap hara di dalam tanah yang disebut akar sejati alias akar serabut dan akar penyimpan energi hasil fotosintesisyang disebut ubi atau umbi alias akar lumbung. Pertumbuhan dan penyebaran akar dipengaruhi sifat varietas, jenis tanah dan umur tanaman. Akar serabut sendiri dapat tumbuh secara adventif di kedua sisi tiap ruas pada bagian batang yang bersinggungan dengan tanah. Kedalaman akar maksimal 45 cm. Arah tumbuhnya akar tidak lebih dari 30 derajat dari permukaan tanah.

Pertumbuhan akar selanjutnya dipengaruhi ketersediaan air di dalam tanah. Jika air tidak cukup di lapisan olah, akar akan menembus ke strata yang lebih dalam. Kedalam bisa sampai 240 cmuntuk mendapatkan air. Kecepatan tumbuh akar bervariasi antara 1,5 - 3,5 cm per hari. Bagian utama akar lumbung terdiri dari jaringan perinkima. Akar yang berbentuk umbi terdiri dari akar skunder yang mengalami penebalan. Biasanya sekitar 15% dari seluruh akar yang terbentuk akan menebal dan membentuk akar lumbung yang tumbuh agak dangkal. Sebagian besar pertumbuhan akar lumbung dimulai sekitar 2 bulan setelah tanam. Diameter umbi terus meningkat selama daun masih tetap aktif.

Proses Pembentukan umbi
Siklus perkembangan dari bibit ditanam sampai umbi siap dipanen berlangsung 100-150 hari tergantung varietas dan keadaan lingkungan tumbuh. Kurun waktu pembentukan umbi dapat dibedakan atas tiga fase yaitu di antaranya :

1. Fase awal pertumbuhan
Fase ini berlangsung sejak bibit setek ditanam sampai dengan umur 4 minggu, CIri cirinya, setelah bibit ditanam, pertumbuhan akar muda berlangsung cepat, sedangkan pertumbuhan batang masih lambat

2. Fase pembentukan umbi
Fase pembentukan umbi berlangsung sejak tanaman berumur 4-9 minggu. Rata rata fase ini berlangsung antara 4-6 minggu setelah tanam, tergantung varietas dan keadaan lingkungan tumbuh. Pada saat umur 7 minggu paling tidak 80% umbi telah terbentuk. Ciri pembentukan umbi mulai berlangsung yaitu pertumbuhan batang dan daun berlangsung cepat. Pada saat ini batang tanaman tampak lebih lambat.

3. Fase pengisian Umbi
Fase ini berlangsung sejak tanaman berumur 8-17 minggu. Diantara 8-12 minggu, tanaman berhenti membentuk umbi baru karena mjlai membesarkan umbi yang sudah ada. Ciri pembesaran dan pengisisan umbi berlangsung cepat yaitu pertumbuhan batang dan daun berkurang. Pengisian zat makanan dari daun ke umbi berhenti saat tanaman berumur 13 minggu. Sementara mulai umur 14 minggu daun tanaman mulai menguning dan rontok. Tanaman dapa dipanen umbinya saat berumur 17 minggu.

Setiap tanaman ubi jalar biasanya memiliki 4-10 umbi. Bentuk umbi ada yang bulat besar, lonjong kecil memanjang atau bentuknya tidak beraturan. Warna kulit umbi berkisar dari ungu-kemerahan sampai kuning keputihan dan kuning jingga. Bentuk umbi bervariasi dari kecil membulat (100 g) sampai besar memanjang atau berbentuk tidak teratur (1 - 2 Kg). Daging umbi berpati dan bertekstur padat. Warna daging umbi ada yang putih, kuning kemerah-merahan dan ungu. Umbi ubi jalar selalu bermata sehingga dapat digunakan untuk perbanyakan tanaman.
 
 
Tekstur umbi ubi jalar ada tiga yang dapat dibedakan setelah umbinya dimasak yaitu :
1. Daging umbi pada, kesat dan bertekstur baik
2. Daging umbi lunak, lembab dan lengket
3. Dan daging umbi kasar berserat.

Sebagian besar produksi ubi jalar ditunjukan untuk tipe tekstur pertama dengan sebagian besar kultivar berdaging putih. Di samping untuk pangan manusia, tipe tekstur umbi ubi jalar pertama juga banyak digunakan untuk pakan ternak dan bahan baku produk industri. Produksi ubi jalar tipe kedua terutama untuk pangan manusia. Berdasarkan volumenya, produksi ubi jalar tipe kedua jumlahnya sangat kecil. Produksi ubi jalar tipe ketiga umumnya digunakan untuk pakan ternak, bahan baku industri pati dan alkohol.

Di dunia, ubi jalar sendiri menduduki peringkat kesembilan di antara tanaman pangan penting. Pemanfaatanya terutama sebagai bahan sumber kalori. Oleh karena itu sebagian besar komoditas ubi jalar diperdagangkan dalam bentuk ubi segar.