Jenis Hama dan Penyakit Yang Menyerang Tanaman Sayur Bayam Serta Cara Umum pengendaliannya

Hama Dan Penyakit Hama dan Penyakit adalah organisme pengganggu tanaman yang menjadi salah satu faktor penyebab rusaknya pertumbuhan dan produksi tanaman. Bahkan dapat menyebabkan kematian tanaman sehingga menimbulkan kerugian yang besar pada petani. 
 

Hama tanaman sayuran terdiri atas berupa-rupa golongan binatang yang menyusui hingga melata dari yang dapat dilihat dengan mata hingga yang sekecil-kecilnya yang hanya dapat dilihat dengan loupe. Hama dan penyakit dapat terjangkit disemua bagian tanaman sayuran, tetapi tiap-tiap jenis hama dan penyakit lazimnya mulai dengan menyerang bagian-bagian tertentu pada tanaman. Berikut hama dan penyakit yang menyerang tanaman bayam dan pengendaliannya secara organik diantaranya : 
 
Hama 
a. Ulat daun, Gejalanya serangan terlihat pada daun yang tampak hijau segar berupa lubang-lubang bekas gigitan pada bagian tengah dan tepi daun. Bila serangan berat maka hanya tersisa tulang daunnya saja. Pengendalian ulat daun dilakukan dengan cara memotong daun yang terserang ulat. Bila serangan hebat, dapat digunakan insektisida biologi Basillus thuringiensis atau Dipel WP) dengan dosis 1 g/l air atau insektisida Diazinon, dosis 1-2 cc/l air. Pemberian di hentikan setelah 14 hari sebelum panen.
 
b. Ulat Penggulung Daun (Hymenia recurvalis [Fabricus]), gejalanya daun tanaman bayam berlubang dan kemudian menggulung. Pengendaliannya dilakukan dengan cara secara manual membuang daun yang terserang. Secara biologi dengan menggunakan musuh alami yang berasal dari ordo Hymenoptera dari jenis Trathala flavoorbitalis (Cameron) yang menyerang pada stardia larva.
 
c. Belalang (Sexava spp), gejalanya daun yang masih muda terdapat gigitan dibagian tepi daun dan serangannya hampir menyerupai serangan ulat daun. Pengendaliannya sangat mudah, dengan cara mekanik belalang dapat dikurangi yaitu dengan menggoyang-goyangkan daun bayam ke kiri dan kekanan dengan ujung sapu lidi agar belalang berterbangan.
 
d. Kutu daun (Myzus persicae), gejala pertama yang disebabkan adalah menghisap cairan daun yang menyebabkan daun bayam melengkung dan berpilin. Bila serangan sudah berat maka daun bayam akan rontok dan pertumbuhan tanaman akar terhambat dan kerdil. Pengendaliannya secara mekanik dengan mencabut dan membakar tanaman yang terserang kutu daun.
 
e. Bekicot atau siput, gejalanya hama ini menyerang dengan memakan benih dipersemaian sehingga tanaman tidak tumbuh. Pada daun, batang, dan akar bayam terlihat bekas gigitan berlubang-lubang. Hal ini akan menurunkan kualitas hasil panen. Pada areal sekitar tanaman yang terserang terdapat kotoran hama yang berwarna hitam. 
 
Pengendaliannya secara mekanik dengan mencari bekicot atau siput dan membunuhnya. Dapat juga dengan perangkap dari tempurung kelapa berpintu. Didalamnya diletakkan umpan berupa tanaman beracun, yaitu campuran antara 1 kg dedak basah dengan 50 gr metaldehyde. Untuk 1 ha, dibutuhkan 50-60 kg. 
 
Penyakit 
a. Dumping off (rebah kecambah). Gejalanya menyerang tanaman bayam muda pada saat benih mulai berkecambah. Gejala serangan menunjukan pertumbuhan kecambah yang tidak normal, batang lemah dan mudah rebah karena akar dan batangnya busuk. Gejala yang khas adalah busuk pada lapisan korteks akar utama dan pangkal batang yang berwarna kecoklatan hingga akar dan batang menjadi busuk dan akhirnya tanaman menjadi mati.
 
Pengendaliannya dan pemberantasannya dengan memperbaiki saluran drainase sehingga permukaan tanah tidak terlalu lembab, peremajaan kembali tanaman dengan mencabut tanaman yang terserang parah dan penggunaan pupuk yang berimbang.
 
b. Penyakit karat putih, gejalanya terbentuk bercak-bercak putih yang agak melepuh pada daun, terutama pada sisi bawah. Bila populasi karat meningkat dapat terjadi kerusakan daun sehingga mengakibatkan hasil dan mutu daun menurun. Pengendalianya cukup dilakukan pembongkaran tanaman dan melakukan peremajaan kembali bila serangan sudah parah. 
 
c. Penyakit virus keriting (spinach blight), gejalanya serangan virus menyebabkan daun menyempit, mengkerut, menggulung dan mengecil. Pada daun timbul bercak-bercak. Permukaan daun berwarna kuning belang-belang (mosaik) Penyakit ini paling banyak menyerang daun muda. 
 
Sedangkan pengendalian dan pencegahan dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang sakit dan membakar tanaman yang sudah terinfeksi agar tidak menyebar, kemudian melakukan peremajaan kembali. Dilakukan penggiliran tanaman (rotasi) dengan tanaman yang tidak sefamili dengan bayam sebagai tindakan pencegahan. Selain itu lahan harus bersih dari tanaman-tanaman yang mungkin merupakan inang bagi penyakit ini.
  
d. Penyakit kekurangan mangan (Mn), gejalanya ditandai dengan timbulnya bintik-bintik kuning pada tulang daun. Tepi daun menjadi keriting, pertumbuhan daun menjadi terhambat. Pengendalian dan pencegahan dilakukan dengan pemberian kapur pada saat pengolahan ta nah, terutama pada tanah yang diduga kekurangan Mn. 
 
Demikian ulasan singkat tentang "Jenis Hama dan Penyakit Yang Menyerang Tanaman Sayur Bayam Serta Cara Umum pengendaliannya". Dimuat berdasarkan sumber dari :
https://digilib.uns.ac.id/dokumen/download/25783/NTQ3NDE=/Teknik-Budidaya-Bayam-Organik-Amarathus-Spp-Sebagai-Jaminan-Mutu-Dan-Gizi-Untuk-Konsumen-Di-Lembah-Hijau-Multifarm-Dukuh-Joho-Lor-Triyagan-Sukoharjo-Propinsi-Jawa-Tengah-abstrak.pdf budidaya tanaman bayam pdf
Gambar dimuat berdasarkan penelusuran google gambar dengan pencarian "Tanaman sayur bayam, hama dan penyakit budidaya sayur bayam, jenis dan pengendalian hama penyakit sayuran bayam". Sekian, semoga dapat menjadi referensi bacaan yang bermanfaat! Terimakasih.